Hangatnya Kehidupan di Papua: Tradisi Olah Sagu Warga Keerom Jadi Simbol Damai dan Kebersamaan

    Hangatnya Kehidupan di Papua: Tradisi Olah Sagu Warga Keerom Jadi Simbol Damai dan Kebersamaan
    Aktivitas tradisional seperti mengolah sagu masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari warga Kampung Tuali, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (22/5/2026).

    KEEROM - Kehidupan masyarakat di pedalaman Papua terus berjalan penuh kehangatan di tengah situasi yang aman dan kondusif. Aktivitas tradisional seperti mengolah sagu masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari warga Kampung Tuali, Distrik Web, Kabupaten Keerom, Papua, Jumat (22/5/2026).

    Di kampung tersebut, warga tetap mempertahankan tradisi leluhur dengan mengolah sagu secara tradisional sebagai sumber pangan utama sekaligus simbol kebersamaan keluarga dan masyarakat.

    Salah satu warga, Mama Yohana, tampak bersama keluarga dan warga lain mengolah batang sagu mulai dari proses pemarutan, penyaringan sari pati hingga menjadi makanan siap konsumsi. Aktivitas itu dilakukan secara gotong royong dan penuh suasana kekeluargaan.

    Tradisi mengolah sagu bagi masyarakat Papua tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.

    Danpos Tuali, Lettu Inf Iwan Tober Panjaitan, mengatakan situasi keamanan yang kondusif membuat masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, termasuk melestarikan budaya lokal.

    “Dengan situasi yang aman, masyarakat dapat terus menjaga tradisi leluhur tanpa rasa khawatir. Anak-anak juga bisa belajar langsung mengenal budaya mereka sejak dini melalui proses pengolahan sagu bersama keluarga, ” ujar Iwan Tober Panjaitan.

    Menurutnya, aktivitas sederhana masyarakat di kampung menjadi gambaran nyata bahwa kehidupan damai di Papua terus terjaga melalui kebersamaan dan hubungan sosial yang harmonis antarwarga.

    Selain menjadi makanan pokok, proses pengolahan sagu juga mempererat hubungan sosial masyarakat karena dikerjakan bersama-sama sambil berbagi cerita dan pengalaman sehari-hari.

    Kehangatan yang tercipta dalam aktivitas tradisional tersebut mencerminkan semangat masyarakat Papua dalam menjaga budaya, memperkuat persaudaraan, serta membangun harapan akan kehidupan yang damai dan sejahtera di tanah Papua.

    “Harapan kami, kedamaian di Papua terus terpelihara sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, menjaga budaya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya, ” tambahnya.

    Tradisi olah sagu yang tetap hidup di Kampung Tuali menjadi bukti bahwa nilai kebersamaan dan gotong royong masih kuat melekat dalam kehidupan masyarakat Papua hingga saat ini.

    Sumber: Pos Tuali

    papua keerom tradisi sagu kebersamaan budaya lokal kehidupan damai beritapapua
    Jurnalis Agung

    Jurnalis Agung

    Artikel Sebelumnya

    Mama Papua di Towe Hitam: Kebersamaan Erat,...

    Artikel Berikutnya

    Nasionalisme Berkembang di Perbatasan Papua:...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Satgas Yonif 121/MK Bawa Harapan Baru Lewat Layanan Kesehatan di Perbatasan Papua
    Pangdam III/Siliwangi: Sertijab Dandeninteldam Jadi Momentum Perkuat Soliditas dan Profesionalisme Prajurit
    IKM Laporkan Abu Janda Atas Dugaan Ujaran 'Barbar' Terhadap Sumbar
    ASTRA Tol Tamer Tebar 1400 Paket Kurban Idul Adha 1447 H
    Abdullah Rasyid: Mengembalikan Hakikat Kurban, Antara Takwa Pribadi dan Maslahat Publik

    Ikuti Kami